Minggu, 02 Januari 2011

Fisiologi Hewan ke 3

TUGAS III
FISIOLOGI HEWAN

OSMOREGULASI
Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organism hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan di sekitarnya.
Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitupun sebaliknya, jika terlalu sedikit air maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuat zat-zat yang diperlukan oleh sel atau organisme hidup.

OSMOREGULASI OLEH BINATANG
Kebanyakan invertebrata yang berhabitat di laut tidak secara aktif mengatur system osmosis mereka, dan dikenal sebagai osmoconformer. Osmoconformer memiliki ismolaritas internal yang sama dengan lingkungannya sehingga tidak ada tendensi untuk memperoleh atau kehilangan air. Karena kebanyakan osmoconformer hidup di lingkungan yang memiliki komposisi kimia yang sangat stabil (di laut) maka osmoconformer memiliki osmolaritas yang cenderung konstan.
Sedangkan osmoregulator adalah organisme yang menjaga osmolaritasnya tanpa tergantung lingkungan sekitar. Oleh karena kemampuan meregulasi ini maka osmoregulator dapat hidup di lingkungan air tawar, daratan, serta lautan, di lingkungan dengan konsentrasi cairan rendah, osmoregulator akan melepaskan cairan berlebihan dan sebaliknya.

OSMOREGULASI PADA AMOEBA
Fungsi proses osmoregulasi pada hewan
Osmoregulasi proses ini, osmosis dari cairan yang encer ke konsentrasi pekat (isotonis).
Isotonis adalah dua macam larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama (isoosmotik).
Pada kondisi osmoregulas, isotonis adalah tekanan osmotik dua macam cairan. Missal: tekanan osmotik antara cairan tubuh dan air laut lingkungan hidup hewan.
Larutan hiperosmotik ialah larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik lebih tinggi daripada larutan yang lain.
Larutan yang memiliki konsentrasi osmotik lebih rendah daripada larutan lainnya.

KONSEP TONISITAS LARUTAN
Tonisitas ialah tanggapan suatu sel apabila sel tersebut di tempatkan dalam larutan yang berbeda.
Sel darah merah ditempatkan dalam aquadis, air dari luar masuk ke dalam sel darah.
aquadis bersifat hipotonis.
Sel darah merah di tempatkan dalam larutan garam, sel darah segera kehilangan air iosmosis sehingga mengkerut. Larutan bersifat hipertonis.
Sel darah merah di tempatkan dalam larutan, sel darah tidak mengalami perubahan. Larutan bersifat isotonis.
Perubahan tekanan osmotik dan perubahan arah aliran zat terlarut berdampak negatif terhadap fungsi dan struktur sel sehingga hewan harus melakukan osmoregulasi agar cairan di dalam tubuhnya tetap dalam keadaan homeostatis osmotiki.

KRITERIA HEWAN DALAM OSMOREGULASI
Hewan osmoregulator ialah hewan yang mampu melakukan osmoregulasi dengan baik.
Hewan osmokonformer ialah hewan yang tidak mampu mempertahankan tekanan osmotik.
Mekanisme osmoregulasi: setiap hewan berbeda-beda dengan variasi yang sangat luas tergantung kemampuan dan jenis organ tubuh hewan dan kondisi lingkungan hewan.

OSMOREGULASI INVERTEBRATA LAUT
Hewan osmokonformer
Konsentrasi osmotik cairan tubuh sama dengan air laut sehingga terjadi keseimbangan osmotik cairan tubuh hewan dengan lingkungannya.
Tidak dalam kondisi keseimbangan ionik sehingga terjadi perbedaan komposisi ion yang menghasilkan gradien konsentrasi.
Cara hewan melakukan pengaturan konsentrasi ion
Mensekresi atau menyerap ion secara aktif:
Ion SO_4^(2-) di keluarkan dari tubuh untuk meningkatkan daya apungnya.
Oktopus mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya tetap hiperosmotik.
Krustasia mempertahankan kondisi hipoosmotik dalam cairan tubuhnya.
Konsentrasi ion yang tidak di atur dengan cairan khusus: terjadi melalui permukaan tubuh, insang, makanan yang ditelan, dan dengan mnghasilkan zat sisa (misalnya urin).

OSMOREGULASI VERTEBRATA LAUT
Dibagi dua kelompok: 1. Kelompok konformer osmotik dan ionik ialah siklostomata (hagfish) dan vertebrata primitif osmoregulasinya sama seperti invertebrata laut; 2. Kelompok regulator osmotik dan ionik ialah regulasi osmotik dan ionik tidak sama dan memperlihatkan tingkatan. Begitupun konsentrasi osmotik plasma mendekati sepertiga konsentrasi osmotik air laut.

OSMOREGULASI FUNGSI SEL KHLORID
Yaitu mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif.
Elasmobrunkhii masalah: - pemasukan Ha^+ yang terlalu banyak ke dalam tubuh (melalui insang).
perolehan air yang sedikit.
Untuk mengatur masalah menggunakan kelenjar rektus dan menghasilkan sedikit urin.

OSMOREGULASI MAMALIA LAUT
Contoh: lumba-lumba dan ikan paus: masalah pemasukan garam yang terlalu banyak yang masuk bersama makanan diatasi dengan organ ginjal yang sangat efisien yang kepekatannya 3-4 kali dari cairan plasmanya.

OSMOREGULASI PADA HEWAN DI LINGKUNGAN AIR TAWAR
Masalah yang dihadapi hewan air tawar kebalikan masalah yang dihadapi hewan laut yaitu tekanan osmotik cairan tubuh hewan air tawar lebih tinggi dari lingkungannya (hiperosmotik/hipertosis) yang terancam oleh kehilangan garam dan pemasukan air yang berlebihan.

OSMOREGULASI PADA HEWAN DI LINGKUNGAN PAYAU
Hewan aquatik itu tidak selamanya menetap di habitat yang tetap (air laut atau air tawar) saat tertentu masuk ke daerah payau.
Contoh: salmon, lamprey, belut memiliki kemampuan baik terhadap perubahan kadar garam (kadar garam di daerah payau selalu berubah).
Contoh lain larva nyamuk Aedes compestris tumbuh baik di air tawar maupun di air bergaram yang lebih pekat dari cairan hemolimfenya.

OSMOREGULASI PADA HEWAN DI LINGKUNGAN DARAT
Keuntungan: - hewan yang berhasil hidup di darat
mudah memperoleh oksigen
Kerugian : - masalah keseimbangan air dan ion
mudah terancam dehidrasi
Kehilangan air dari tubuh pada hewan darat dipengaruhi

Kandungan air di atmosfer
Gerakan udara
Suhu
Tekanan barometrik
Luas permukaan penguapan


OSMOREGULASI PADA INVERTEBRATA DARAT
Invertebrata darat umumnya merupakan golongan Arthropoda, insekta, dan laba-laba. Dan yang paling banyak ialah insekta.
Alat pengatur pelepasan air: lapisan kartikula spirakel
Mekanisme respirasi diskontinyu.
Pengambilan O2 dilakukan dengan laju yang kontinyu.
Pelepasan karbondioksida dilakukan secara periodik.
Setiap kali inspirasi tidak selalu di ikuti dengan ekspirasi.
Alat pengatur pelepasan air
Kondisi ketika spirakel bergetar, tekanan trakea lebih rendah daripada atmosfer, sehingga udara masuk ke trakea dan udara dicegah keluar dari trakea.
Vertebrata yang berhasil berkembang di lingkungan darat
Memperoleh air dari air minum dan makanan.
Untuk menghemat air vertebrata melakukan berbagai cara yang cukup bervariasi.
Osmoregulasi cara mengatasi tidak banyak kehilangan air.
Memiliki kulit yang kering dan bersisik.
Menghasilkan feses kering.
Menghasilkan asam urat.
Mereabsorbsi urin encer yang di kandung kemih.

OSMOREGULASI PADA AVES
Contoh burung laut:
Pengaturan keseimbangan air berkaitan erat dengan proses mempertahankan suhu tubuh.
Cara memperoleh makanan dari laut merupakan masalah pemasukan garam yang berlebihan yang dikeluarkan melalui k

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar